Peraturan PKU Nomer 02 Tahun 2016

BARU DPM

PERATURAN PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

NOMOR 002 TAHUN 2016

 

Tentang

 

TATA KERJA DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

 

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

Mengingat        :

 

  1. Undang-Undang Dasar Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Tahun 2011;

 

  1. Peraturan Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016. Menimbang :

 

Pentingnya aturan yang mengatur LK Pendidikan Kompetesi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016.

 

Memperhatikan            :

 

  1. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam pembahasan Tata Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016 pada Rapat Panitia Khusus Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016.

 

  1. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam pembahasan Tata Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016 pada Rapat Pleno Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016.

 

  1. Pendapat-pendapat yang berkembang dalam pembahasan Peraturan Pendidikan Kompetensi Umum Periode 2015/2016 pada Hearing Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016;

 

  1. Pendapat-pendapat yang  berkembang  pada  pelaksanaan  Sidang  Istimewa  Dewan  Perwakilan

 

Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor periode 2015/2016.

Memutuskan :

 

Menetapkan Peraturan Pendidikan Kompetensi Umum Tata Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum Institut Pertanian Bogor.

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Pendahuluan

 

  1. Tata Kerja DPM PKU IPB adalah pedoman tata laksana DPM PKU IPB dalam melaksanakan kegiatannya;

 

  1. Tata Kerja DPM PKU IPB merupakan tata laksana yang terencana, terarah, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 2

Maksud dan Tujuan

 

  1. Maksud ditetapkan Tata Kerja DPM PKU IPB adalah mengarahkan DPM PKU IPB dalam melaksanakan setiap aktivitas kelembagaannya sehingga dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan Peraturan PKU;

 

  1. Tujuan ditetapkan Tata Kerja DPM PKU IPB adalah mencapai keadaan yang diinginkan dalam periode kepengurusan dan dalam jangka panjang secara bertahap sesuai dengan tujuan yang tertera dalam Peraturan PKU.

 

Pasal 3

Landasan

 

Peraturan Pendidikan Kompetensi Umum (Peraturan PKU).

 

BAB II

 

DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

 

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

Pasal 4

Struktur

Struktur DPM PKU IPB ditetapkan dengan Surat Keputusan.

 

Pasal 5

Fungsi

 

Fungsi DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 6

Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 7

Tugas dan Wewenang

  1. Tugas dan wewenang DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

  1. Tugas dan wewenang Badan Pengurus Harian: a. Tugas dan wewenang ketua DPM PKU IPB:
    • Memimpin dan mengoordinasikan setiap aktivitas DPM PKU IPB;

 

  • Melantik Ketua dan Wakil Ketua BEM PKU IPB;

 

  • Menandatangani surat ketetapan dan keputusan atas nama DPM PKU IPB;

 

  • Menempatkan anggota ke dalam struktur DPM PKU IPB dengan usulan anggota yang bersangkutan berdasarkan pertimbangan Badan Pengurus Harian dan melalui kesepakatan forum;

 

  • Mewakili DPM PKU IPB dalam kegiatan yang diadakan di dalam maupun di luar kampus;

 

  • Berkaitan dengan ayat a poin 5, jika berhalangan melaksanakan tugas, dapat menunjuk salah satu ketua komisi untuk mewakilinya;
  • Melantik pergantian anggota dalam masa kepengurusan.

 

  1. Tugas dan wewenang Sekretaris:
    • Bertanggung jawab kepada Ketua DPM PKU IPB;

 

  • Sekretaris I DPM PKU IPB menjalankan fungsi untuk membentuk dan memimpin forum sekretaris di lingkungan LK PKU IPB;

 

  • Sekretaris I DPM PKU IPB menjadi delegasi DPM PKU IPB dalam menjalankan hubungan dengan LK IPB dalam lingkup kesekretariatan;

 

  • Sekretaris II DPM PKU IPB menjalankan aktivitas dalam pengelolaan administrasi, pengarsipan, kesekretariatan dan inventarisasi serta media komunikasi dan informasi yang menjadi pusat penyampaian informasi dari setiap komisi maupun forum DPM PKU IPB;

 

  • Forum Sekretaris DPM PKU IPB terdiri dari sekretaris I, sekretaris II, dan sekretaris tiap-tiap komisi yang ada di DPM PKU IPB.

 

  1. Tugas dan wewenang Bendahara :
    • Bertanggung jawab kepada Ketua DPM PKU IPB;

 

  • Bendahara I DPM PKU IPB menjalankan fungsi membentuk dan memimpin forum bendahara yang mengatur keuangan LK PKU IPB;

 

  • Bendahara I DPM PKU IPB menjadi delegasi DPM PKU IPB pada pertemuan dengan pihak luar dalam lingkup kebendaharaan;

 

  • Bendahara II DPM PKU IPB menjalankan fungsi koordinasi dengan komisi terkait tentang anggaran keuangan program kerja internal DPM PKU IPB;

 

  • Forum Bendahara DPM PKU IPB terdiri dari bendahara I, bendahara II, dan bendahara tiap-tiap komisi yang ada di DPM PKU IPB.

 

  1. Bekerjasama dengan masing-masing ketua komisi dalam melakukan solidaritas internal DPM PKU IPB;

 

  1. Melakukan pemeriksaan, penyeleksian, dan pemusnahan data yang sudah tidak diperlukan lagi bagi DPM PKU IPB.
  1. Tugas dan wewenang Komisi:

 

  1. Bertanggung jawab kepada Ketua DPM PKU IPB;

 

  1. Melakukan fungsi pengawasan terhadap BEM PKU IPB dan LS PKU IPB secara khusus;
  2. Melakukan fungsi aspiratif;

 

  1. Melakukan rapat komisi, rapat kerja, dan rapat koordinasi;

 

  1. Tugas dan wewenang komisi dijalankan berdasarkan kesepakatan komisi dengan Ketua DPM PKU IPB;
  2. Membuat laporan kegiatan untuk diserahkan dalam forum rapat pimpinan DPM PKU IPB.

 

Pasal 8

Persidangan

Persidangan DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 9

Rapat

Rapat DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

  1. Rapat Pleno

 

Rapat Pleno adalah rapat yang diselenggarakan oleh seluruh anggota DPM PKU IPB sebagai media transfer informasi dan membahas agenda kerja serta hal-hal yang berkaitan dengan DPM PKU IPB dan/atau penyerahan laporan kegiatan.

  1. Rapat Badan Pengurus Harian

 

 

Rapat Badan Pengurus Harian (BPH) adalah rapat yang diadakan oleh Ketua DPM PKU IPB dengan Sekretaris dan Bendahara DPM PKU IPB.

 

  1. Rapat Pimpinan

Rapat Pimpinan adalah rapat yang diadakan oleh BPH dengan ketua komisi DPM PKU IPB.

 

  1. Rapat Koordinasi

 

Rapat Koordinasi adalah rapat yang diadakan antara DPM PKU IPB dengan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB yang membahas hal-hal yang dianggap perlu dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan Peraturan PKU.

  1. Rapat Komisi

 

Rapat Komisi adalah rapat yang diselenggarakan oleh setiap komisi dan/atau antar komisi dalam menjalankan fungsi dan tugas DPM PKU IPB.

  1. Rapat Kerja

 

Rapat Kerja adalah rapat yang diadakan antara komisi DPM PKU IPB dengan Departemen BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB terkait, dan/atau dengan kepanitiaan kegiatan yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan pencapaian tujuan yang sesuai dengan GBHK BEM PKU IPB.

 

  1. Rapat Panitia Khusus

 

Rapat Panitia Khusus adalah rapat yang diselenggarakan oleh panitia khusus yang dibentuk ketua DPM PKU dalam kondisi tertentu untuk membahas secara spesifik setiap program kerja DPM PKU IPB.

 

  1. Rapat Dengar Pendapat

 

Rapat Dengar Pendapat adalah forum menyampaikan aspirasi dan/atau pendapat secara langsung dari mahasiswa PPKU IPB kepada DPM PKU IPB.

 

Pasal 10

Pelaksanaan Rapat

Rapat DPM PKU IPB diadakan dalam jangka waktu:

 

  • Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan;

 

  1. Rapat Badan Pengurus Harian diadakan sewaktu-waktu;
  2. Rapat Pimpinan diadakan sewaktu-waktu;
  3. Rapat Koordinasi diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam dua bulan;

 

  1. Rapat Komisi

 

  1. Rapat setiap komisi diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu minggu;
  2. Rapat antar komisi diadakan sewaktu-waktu.

 

  1. Rapat Kerja diadakan sewaktu-waktu;

 

  1. Rapat Panitia Khusus diadakan sewaktu-waktu;

 

  1. Rapat Dengar Pendapat diadakan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu periode kepengurusan.

 

Pasal 11

Pengajuan Rapat

 

Rapat DPM PKU IPB diadakan atas:

  1. Rapat Pleno

 

Rapat Pleno dapat diadakan atas:

 

  1. Permintaan Ketua DPM PKU IPB;

 

  1. Permintaan komisi DPM PKU IPB kepada Ketua DPM PKU IPB yang disetujui oleh Ketua DPM PKU IPB;
  1. Rapat Badan Pengurus Harian

 

Rapat Badan Pengurus Harian (BPH) dapat diadakan atas permintaan lisan anggota Badan pengurus Harian DPM PKU IPB.

  1. Rapat Pimpinan

 

 

Rapat Pimpinan dapat diadakan atas permintaan lisan ketua DPM PKU IPB, ketua komisi DPM PKU IPB dan/atau anggota BPH yang disetujui oleh Ketua DPM PKU IPB.

 

  1. Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi dapat diadakan atas permintaan lisan dan/atau tulisan DPM PKU IPB dan/atau BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB atau ketiganya. Permintaan tersebut diajukan selambat-lambatnya dua hari sebelum pelaksanaannya.

  1. Rapat Komisi

 

  1. Rapat Komisi dapat diselenggarakan atas instruksi dari ketua komisi yang bersangkutan;

 

  1. Rapat Komisi dapat diselenggarakan dengan persetujuan ketua komisi yang bersangkutan atas instruksi Ketua DPM PKU IPB dan/atau permintaan lisan minimal sepertiga anggota komisi DPM PKU IPB yang bersangkutan;

 

  1. Ketentuan pada ayat 5.b tidak berlaku pada kondisi darurat.
  1. Rapat Kerja

 

  1. Rapat Kerja dapat diadakan atas permintaan lisan dan/atau tulisan komisi DPM PKU IPB dan/atau Bendahara I DPM PKU IPB maupun Departemen BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB terkait atau ketiganya yang permintaan tersebut diajukan kepada ketua komisi dan/atau ketua departemen terkait selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan kegiatan;
  2. Ketentuan pada ayat 6.a tidak berlaku pada kondisi darurat.

 

  1. Rapat Panitia Khusus

Rapat Panitia Khusus dapat diadakan atas permintaan lisan dan/atau tulisan ketua DPM PKU.

 

  1. Rapat Dengar Pendapat

 

Rapat Dengar Pendapat dapat diadakan atas permintaan Ketua DPM PKU IPB dan/atau permintaan tertulis anggota DPM PKU IPB.

 

Pasal 12

Pemilihan Ketua Umum

 

Pemilihan Ketua Umum DPM PKU IPB periode berikutnya dilakukan dengan mekanisme musyawarah atau sesuai kesepakatan forum oleh calon anggota DPM PKU IPB terpilih dan difasilitasi oleh penanggungjawab sementara DPM PKU IPB yang menjabat pada periode tersebut.

 

Pasal 13

Pengunduran Diri

  1. Ketua Umum

 

Pengunduran diri Ketua Umum DPM PKU IPB diajukan oleh diri sendiri di depan rapat pleno dengan alasan yang dapat diterima oleh anggota DPM PKU IPB dan menyertakan surat pengunduran diri.

 

  1. Anggota

 

Anggota DPM PKU IPB yang mengundurkan diri harus mengajukan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum DPM PKU IPB dan tindakan selanjutnya akan diambil secara musyawarah oleh DPM PKU IPB.

 

Pasal 14

Pemberhentian

 

  • Ketua Umum

 

  1. Pemberhentian ketua umum dilakukan secara musyawarah oleh DPM PKU IPB dikarenakan mosi tidak percaya;

 

  1. Pada hari pengunduran diri atau pemberhentian ketua umum dibentuk penanggung jawab sementara DPM PKU IPB;

 

  1. Setelah pemberhentian atau pengunduran diri ketua umum, DPM PKU IPB selambat-lambatnya 5 (lima) hari sudah memilih ketua umum yang baru secara musyawarah.
  1. Anggota

 

 

  1. Apabila anggota DPM PKU IPB tidak menjalankan tugas dan kewajibannya atau lima kali tidak mengikuti rapat formal yang tercantum dalam tata kerja tanpa keterangan maka rapat pleno DPM PKU IPB berhak memanggil anggota tersebut untuk dimintai keterangan.
  2. Sebagai penindaklanjutan ayat 2.a :

 

  • Dua kali secara berurutan tidak menjawab panggilan rapat pleno akan diberikan Surat Peringatan (SP) I;

 

  • Jika seminggu setelah dikeluarkannya SP I tidak ada keterangan maka akan dikeluarkan SP II;

 

  • Jika seminggu setelah SP II dikeluarkan tetap tidak ada keterangan maka akan dikeluarkan surat pemberhentian.
  1. Status keanggotaan hilang sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 15

Mosi Tidak Percaya

 

  • Sebab-sebab mosi tidak percaya anggota DPM PKU IPB:
    1. Terbukti secara otentik melanggar Peraturan PKU;

 

  1. Melalaikan tugas yang berdampak fatal;
  2. Tidak dapat menyalurkan aspirasi mahasiswa dari kelas yang diwakilinya.
  1. Mosi tidak percaya dinyatakan sah apabila terdapat surat pengajuan mosi tidak percaya disertai

 

fotokopi KTM sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah mahasiswa dari kelas yang diwakilinya dan/atau jumlah anggota DPM PKU IPB.

                                                                       Pasal 16                                            

Status Keanggotaan

 

  1. Apabila dianggap perlu dan mendesak, kelas yang perwakilannya keluar dari DPM PKU IPB harus mencari pengganti dengan:

 

  1. Merekomedaskan dan memilih salah satu anggota DPM PKU IPB untuk menjadi perwakilan kelas dari kelas yang bersangkutan;

 

  1. Mengganti anggota DPM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU;
  2. Mengirim calon anggota DPM PKU IPB atas usulan kelas yang bersangkutan dan persetujuan DPM PKU IPB.

 

  1. Kelas tidak perlu mengadakan pergantian anggota DPM PKU IPB jika dianggap tidak perlu oleh mahasiswa kelas yang bersangkutan;

 

  1. Apabila anggota tersebut tidak dapat memperbaiki kinerjanya maka DPM PKU IPB berhak menyampaikan surat permintaan pergantian kepada kelas yang diwakilinya sebanyak dua kali dalam selang waktu masing-masing lima hari kerja;

 

  1. Apabila setelah dua kali pengiriman surat tetap tidak ada pergantian wakil maka kelas tersebut kehilangan wakilnya di DPM PKU IPB.

 

BAB III

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

 

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

Pasal 17

Struktur

 

Struktur BEM PKU IPB ditetapkan dengan Surat Keputusan.

 

Pasal 18

Fungsi

 

Fungsi BEM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 19

Hak dan Kewajiban

 

Hak dan kewajiban BEM PKU IPB sesuai dengan Peraturan PKU.

 

Pasal 20

Tugas dan Wewenang

Tugas dan wewenang BEM PKU IPB sesuai Peraturan PKU.

 

Pasal 21

Pencabutan Mandat Ketua BEM PKU IPB

  1. Pencabutan mandat dilakukan apabila:
    1. Meninggal dunia;

 

  1. Hilang status sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor;
  2. Berhalangan tetap;

 

  1. Melanggar Peraturan PKU, Ketetapan dan GBHK BEM PKU IPB;
  2. Terbukti melakukan proses kecurangan dalam proses pemilihan;

 

  1. Mengundurkan diri sesuai dengan Peraturan PKU;
  2. Berakhirnya masa jabatan.

 

  1. Berkaitan dengan ayat 1.d sebelum melaksanakan pencabutan mandat maka DPM PKU IPB perlu menerbitkan memorandum kepada Ketua BEM PKU IPB.
  2. Memorandum yang dikeluarkan sebanyak tiga kali, yaitu:

 

  1. Memorandum yang pertama dikeluarkan pada rapat pleno merupakan surat peringatan kepada Ketua BEM PKU IPB;

 

  1. Apabila dalam waktu dua minggu setelah peringatan pertama, Ketua BEM PKU IPB dianggap masih perlu memperbaiki kesalahannya maka diterbitkan memorandum kedua yang diputuskan melalui rapat pleno sebagai peringatan keras kepada Ketua BEM PKU IPB;

 

  1. Bila dalam waktu satu minggu setelah peringatan kedua, Ketua BEM PKU IPB belum dapat memperbaiki kesalahannya, maka DPM PKU IPB menerbitkan memorandum ke-3 yang merupakan hasil rapat pleno sebagai surat panggilan pertanggungjawabannya dalam sidang istimewa DPM PKU IPB.

 

Pasal 22

Jalur Koordinasi dan Birokrasi

  1. Jalur koordinasi dan birokrasi dengan BEM PKU IPB

 

  1. Seluruh proposal program kerja BEM PKU IPB diserahkan kepada DPM PKU IPB pada awal masa jabatan dengan waktu sesuai kesepakatan pada forum sekretaris LK PKU IPB;

 

  1. Seluruh proposal yang telah disetujui DPM PKU IPB kemudian dikoordinir oleh Sekretaris I DPM PKU IPB untuk diajukan kepada Direktorat PKU IPB dan Direktorat Kemahasiswaan IPB.

 

  1. Laporan kegiatan BEM PKU IPB paling lambat diserahkan ke pihak DPM PKU IPB 14 hari setelah kegiatan.

 

  1. BEM PKU IPB wajib menyerahkan laporan akhir tahun kepada DPM PKU IPB pada akhir masa jabatannya;

 

  1. BEM PKU IPB wajib menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada DPM PKU IPB pada akhir masa jabatannya;

 

  1. Apabila terdapat program kerja tambahan, BEM PKU IPB wajib mengoordinasikan kepada DPM PKU IPB dan membuat proposal kegiatan.
  1. Jalur koordinasi dan birokrasi dengan LS PKU IPB

 

  1. DPM PKU IPB berhak melakukan pengawasan terhadap LS yang berada di bawah Departemen BEM PKU IPB;

 

  1. Ketentuan ayat 1.a sampai dengan ayat f berlaku juga bagi LS PKU IPB.

 

 

 

 

 

 

BAB IV

Sssssddd

HUBUNGAN DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA

PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

 

DENGAN

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA

PENDIDIKAN KOMPETENSI UMUM

 

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

Pasal 23

Sifat

Sifat hubungan DPM PKU IPB dengan BEM PKU IPB sesuai dengan struktur KM IPB.

 

Pasal 24

Panitia Kerja DPM PKU IPB

 

  1. Panitia kerja DPM PKU IPB adalah kesatuan kerja antara DPM PKU IPB dengan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB yang dibentuk untuk menjalankan fungsi advokasi dan/atau program kerja LK PKU IPB yang memerlukan penanganan khusus.

 

  1. Keanggotaan

 

  1. Ketua panitia kerja dipilih dari DPM PKU IPB melalui kesepakatan forum perangkat LK PKU IPB;
  2. Anggota panitia kerja dipilih oleh kesepakatan forum perangkat LK PKU IPB;
  3. Ketua panitia kerja berhak untuk mengatur pembagian tugas anggotanya;

 

  1. Apabila dibutuhkan perekrutan anggota panitia kerja, mekanisme perekrutan diputuskan dalam Rapat Koordinasi;
  2. Masa kepanitiaan tersebut berakhir pada periode kepengurusan kegiatan terkait;
  3. Panitia kerja yang bersifat acara, masa kepanitiaannya berakhir saat acara tersebut selesai.

 

  1. Hak dan Kewajiban

 

  1. Kedudukan Dewan Perwakilan Mahasiswa dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dan/atau Lembaga Struktural di PKU dalam Panitia Kerja IPB adalah setara;

 

  1. Panitia kerja harus menyampaikan perkembangan kepanitiaannya kepada DPM PKU IPB dan BEM PKU IPB;

 

  1. DPM PKU IPB dan BEM PKU IPB mengawasi langsung kinerja panitia kerja.

 

  1. Laporan pendanaan yang menggunakan DK dan/atau iuran mahasiswa, harus dipublikasikan kepada mahasiswa PKU IPB.

 

BAB V

 

KEUANGAN

 

Pasal 25

Audit

  1. Audit adalah penyelidikan yang dilakukan DPM PKU IPB terhadap penggunaan dana kegiatan oleh BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB;

 

  1. DPM PKU IPB melalui Forum Bendahara berhak melakukan audit terhadap keuangan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB baik bersifat rutin maupun insidental;

 

  1. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara hasil audit dengan laporan keuangan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB, maka DPM PKU IPB berhak meminta pertanggungjawaban BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB.

 

 

 

Pasal 26

Anggaran

 

Forum Bendahara DPM PKU IPB berhak memberi pertimbangan kepada BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB terhadap rancangan anggaran yang akan diajukan.

 

Pasal 27

Mekanisme Pengambilan Dana Kegiatan Kemahasiswaan

 

Pengambilan dana kegiatan kemahasiswaan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB harus melalui koordinasi dan kesepakatan bersama dengan Forum Bendahara DPM PKU IPB.

 

BAB VI

PUBLIKASI

 

Pasal 28

Mekanisme

  1. Seluruh hal yang menyangkut keputusan, kegiatan, dan keuangan BEM PKU IPB dan/atau LS PKU IPB dan/atau DPM PKU IPB harus dipublikasikan kepada mahasiswa PKU IPB;

 

  1. Bentuk publikasi diserahkan kepada fungsi informasi dan komunikasi Badan Pengurus Harian DPM PKU IPB.

 

BAB VII

PENUTUP

 

Pasal 29

Penutup

Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Kerja DPM PKU IPB akan diatur kemudian dalam keputusan dan/atau ketetapan forum yang sesuai dengan tata urutan sumber hukum DPM PKU IPB.

 

Pasal 30

Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

 

 

 

 

Ditetapkan pada Sidang Istimewa

 

Dewan Perwakilan Mahasiswa Pendidikan Kompetensi Umum

Institut Pertanian Bogor

Periode 2015/2016

 

Bogor, 01 Januari 2016

Pukul        19.04         WIB

 

Pemimpin Sidang

 

Ttd

 

 

 

Muhammad Damar

NIM.H54150048

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *